Web Server

by Cloudku / August 25, 2021

Web Server

Web Server

Halo para cloudku kali ini kami akan membahas mengenai apa itu web server, cara kerja dan fungsinya, tanpa berlama-lama mari kita simak pembahasan berikut.

Web server adalah perangkat lunak server yang ditujukan untuk melayani permintaan user dengan cara menerima, memproses, dan menampilkan data melalui browser sesuai dengan permintaan yang dikirimkan ke server. Proses ini menjadikan web server sebagai pusat kontrol untuk setiap permintaan berbasis pemrograman web dan aplikasi seperti HTML, PHP, gambar, dan sejenisnya.

Sejarah Web Server

Web server awalnya dibuat dengan tujuan memudahkan pertukaran informasi antara para ilmuwan dengan menggunakan sistem hypertext, pada bulan Maret 1989, oleh Sir Tim Berners-Lee. Kemudian pada tahun 1990, Berners-Lee menghasilkan dua program yaitu World Wide Web dan server web pertama di dunia yang dikenal sebagai CERN httpd berjalan pada Netscape.

Setelah beberapa tahun berjalan, pertukaran data dan berselancar melalui World Wide Web (www) terbilang efektif, kemudian diputuskan agar teknologi ini disebarluaskan kepada beberapa organisasi ilmiah, universitas, dan industri. Pada tahun 1994, Berners-Lee membentuk lagi World Wide Web Consortium (W3C) untuk mengatur pengembangan lebih lanjut dari banyak teknologi yang terlibat (HTTP, HTML, dll.) melalui proses standardisasi.

Jenis Web Server yang sering digunakan

1. Apache

Salah satu seb server populer yang banyak digunakan kebanyakan orang karena sangat fleksibel terhadap modul aplikasi web dan berbagai sistem operasi adalah Apache. Selain fleksibel, Apache juga sangat mudah dalam konfigurasi dan tidak memerlukan pengaturan rumit dalam penggunaannya.

Fitur Apache

Selain mudah diaplikasikan pada aplikasi web, Apache juga memiliki beberapa fitur unggulan, diantaranya:

  • Handling of static files
  • Loadable dynamic modules
  • Auto-indexing
  • .htaccess
  • Compatible with IPv6
  • Supports HTTP/2
  • FTP connections
  • Gzip compression and decompression.

Dengan fitur-fitur di atas, Anda akan dengan mudah mengelola dan melakukan optimasi pada aplikasi web.

Keunggulan Apache

Apache memiliki sumber daya yang sangat mumpuni dalam mengeksekusi beragam request user ke server melalui web browser dan sangat kompatibel dengan berbagai modul. Hal ini menjadikan Apache sebagai web server yang disukai kalangan praktisi IT maupun pengguna awam. Beberapa keunggulan yang dimiliki Apache antara lain:

  • Kemudahan konfigurasi
  • Mendukung berbagai modul server
  • Bersifat open source
  • Memiliki komunitas besar

2. Nginx

Nginx adalah salah satu software berbasis web server yang populer dan sudah banyak digunakan khususnya di Indonesia. Dengan berbagai keandalan yang dimiliki, menjadikan Nginx selalu masuk dalam daftar web server terbaik dari berbagai versi.

Nginx juga menggunakan lisensi open source yang memiliki multi fungsi sebagai proxy IMAP/POP3. Nginx terkenal karena stabil, memiliki tingkat performansi tinggi, dengan konsumsi sumber daya yang minim

Nginx juga memiliki fitur seperti reverse proxy, multiple protocols (HTTP, Memcached, PHP?FPM, SCGI, uwsgi), stream HTTP video (FLV, HDS, HLS, MP4), serta HTTP/2 gateway.

Fitur Nginx

Sama dengan web server lainnya, Nginx memiliki fitur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung performa yang handal seperti:

  • Reverse proxy dengan proses cache
  • Dukungan IPv6
  • Load balancing
  • Dukungan FastCGI dengan proses cache
  • WebSockets
  • Menangani file statis, file index, dan auto-indexing
  • TLS/ Sertifikat SSL dengan SNI (Server Name Indication)

Keunggulan Nginx

Secara informatif, keunggulan Nginx telah dijabarkan diatas, namun untuk spesifik bisa Anda cek di list bawah. Apa saja kelebihan Nginx?

  • Performa tinggi, konsumsi sumber daya yang minim, dan stabil
  • Mampu menangani ribuan koneksi dalam satu waktu
  • Dapat dijadikan server load balancercache konten, dan proxy server
  • Paling banyak digunakan sebagai server e-commerce, high traffic, dan cloud storage
  • Dukungan support dari komunitas, sehingga mudah troubleshoot secara mandiri

3. Litespeed

Litespeed mulai meraih kepopuleran sejak tahun 2004 hingga 2012. Diplot sebagai pesaing ketat Nginx, Litespeed merupakan hasil pengembangan dari Apache dengan code name “Apache drop-in replacement,” artinya, standar konfigurasinya menggunakan milik Apache.

Dikutip dari W3Tech, saat ini LiteSpeed adalah salah satu web server yang paling banyak penggunanya. Tercatat, sekitar 9,5 % website memakai web server ini, dan menjadikan LiteSpeed berada pada urutan 4 setelah Nginx, Apache dan Cloudflare Server.

Apabila Anda berniat melakukan upgrade web server dari Apache, Litespeed bisa jadi adalah pilihan terbaik karena tidak akan merombak banyak konfigurasi di sisi server. Bahkan, jika web server Anda sederhana, maka tidak ada perubahan apapun yang diperlukan. Dan yang terpenting, Litespeed mampu bekerja beberapa kali lebih cepat dibanding Apache.

Fitur Litespeed

LiteSpeed web server memiliki kinerja yang handal dalam hal kecepatan dan skalabilitas yaitu kemampuan untuk menangani beban yang diberikan. Dalam memproses konten statis maupun PHP, LiteSpeed web server memiliki kinerja yang mengesankan.

Di bawah ini adalah beberapa fitur yang dimiliki oleh LiteSpeed web server.

  • Server APIs
  • GZIP compression
  • Mendukung berbagai sistem operasi
  • Konfigurasi File Apache
  • Control Panels
  • Mendukung .htaccess
  • Modul Apache
  • SSL acceleration
  • Concurrent connections
  • Bandwidth management
  • Mendukung CageFS
  • Proteksi Brute Force untuk wp-login.php

Keunggulan Litespeed

LiteSpeed memiliki banyak sekali keunggulan yang akan mempermudah penggunanya, antara lain:

  • Apache Compatibility

LiteSpeed kompatibel dengan Apache seperti konfigurasi standard beserta beberapa fiturnya seperti mod_rewrite, .htaccesss, dan mod_security. Tidak hanya itu, LiteSpeed juga kompatibel dengan beberapa panel kontrol hosting seperti cPanel, Plesk, dan lainnya.

  • Performance & Scalability

LiteSpeed Web Server mampu meningkatkan performa dan skalabilitas melalui event-driven architecture. Arsitektur ini mempunyai kemampuan untuk melayani ribuan request secara simultan dengan penggunaan sumber daya yang seminimal mungkin.

LiteSpeed mampu menjalankan situs web statis secara lebih cepat, menangani lonjakan trafik yang tidak stabil, dan membantu menangani DDOS.

  • Security

Dengan adanya Apache modsecurity dan kemampuan anti DDOS, menjadi keunggulan LiteSpeed dari segi keamanan. Fitur lain yang kompatibel seperti koneksi per-IP, permintaan (request), dan bandwidth throttling.

LiteSpeed juga dapat membatasi bahkan memblokir sumber daya yang terlalu banyak mengirim atau meminta bandwidth menghentikan penyerangan sebelum masuk ke dalam sistem server.

  • Ease of Use

Mendukung penggunaan berbagai kontrol panel seperti cPanel (WHM), Plesk, dan DirectAdmin untuk melakukan instalasi, manajemen versi, start/stop service.

Cara Kerja Web Browser

Web browser pada umumnya bekerja berdasarkan permintaan, proses dan respon. Semuanya dilakukan oleh browser ketika client memasukkan suatu permintaan ke dalamnya untuk panggilan data ke server melalui DNS, dan server mengembalikan respon tersebut dalam bentuk dokumen seperti HTML, Hypertext, dan lainnya untuk ditampilkan ke client.

Agar lebih mudah dipahami, berikut ini adalah empat layer simulasi koneksi:

  1. Layer Client, user akan meng-input suatu alamat/url (misal: cloudku.id), maka tugas berikutnya diberikan ke layer browser untuk memproses permintaan,
  2. Layer Browser, pada tahap ini, browser akan memproses data client dan meneruskan ke DNS server untuk dilakukan pengecekan data yang tersimpan didalamnya,
  3. Layer DNS, apabila terdapat cache cloudku.id di server DNS karena request client yang pernah dilakukan sebelumnya, maka akan langsung menampilkannya ke browser untuk client. Namun, jika baru pertama kali melakukan permintaan tersebut, maka DNS server akan melakukan resolving ke server tujuan dengan mencocokan IP address di server guna mencari penggunaan cloudku.id,
  4. Layer Server, setelah cloudku.id diketahui melalui IP, maka server akan merespon dengan memberikan informasi dokumen seperti HTML dan file lain yang dikembalikan ke layer browser untuk ditampilkan ke user.

Informasi diatas merupakan standar kerja web browser. Hal tersebut dapat berbeda hasilnya jika nantinya terdapat add-on yang terpasang, karena berpotensi merubah rute komunikasi data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram