Apa itu Localhost? Apa Bedanya dengan Web Hosting ya?

by Alivia Affandi / September 12, 2022

Halo Sobat Cloudku,

Kembali dengan Mimin di Putaran Informasi Mingguan. Kita bakalan bahas tentang apa itu localhost dan perbedaanya dengan web hosting.
Localhost sering disebut sebut di lingkungan IT, tapi apa sih sebenarnya localhost itu?
Yuk simak penjelasannya.

Apa itu Localhost?

Dalam membuat website, kita membutuhkan server hosting. Developer website sering kali menjadikan localhost sebagai virtual server mereka. Dalam hal ini hanya mereka sendiri lah yang bisa mengakses website tersebut karena website disimpan pada komputer mereka sendiri. Nah di sini peran localhost dibutuhkan, jadi sebelum website akan di hosting pada server yang online (yang bisa dilihat oleh banyak orang), para developer website membutuhkan server lokal (komputer mereka sendiri) untuk menguji website yang mereka buat.

Dengan kata lain localhost adalah virtual server local di perangkat computer yang digunakan untuk menyimpan data. Nah, pada dasarnya setiap perangkat computer memiliki localhost, namun memerlukan aplikasi tambahan untuk mengaktifkannya.

Untuk dapat mengakses server lokal pada perangkat komputer, Sobat Cloudku cukup mengetikkan http://localhost ke dalam aplikasi browser. Atau bisa juga mengetikkan IP 127.0.0.1 .
Pada benak Sobat Cloudku pasti bertanya, mengapa localhost memiliki IP? Apakah localhost merupakan domain?

Yup benar, suatu nama yang digunakan untuk merepresentasikan suatu IP disebut domain. Dalam hal ini, localhost juga bisa disebut dengan domain, yang mana alamat IP 127.0.0.1 juga dikenal sebagai alamat loopback.

Apa itu Loopback Adress?

IP Loopback adalah suatu alamat IP pada suatu host yang digunakan untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Dengan kata lain Loopback Address adalah alamat IP yang digunakan untuk mengakses virtual server di komputer Sobat Cloudku sendiri. Sejatinya IP localhost mencakup antara 127.0.0.0 sampai 127.255.255.255, tetapi defaultnya adalah 127.0.0.1.

Tiga angka pertama, yaitu 127, dikhususkan hanya untuk loopback. Sehingga saat Sobat Cloudku memasukkan alamat yang diawali dengan 127 maka Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP) akan langsung mengetahui bahwa Sobat Cloudku ingin memanggil komputer Sobat secara lokal.

Fungsi Localhost

Selain untuk menguji website secara offline, berikut fungsi localhost yang lain:

  • Untuk Memeriksa Kondisi Internet

Sobat Cloudku bisa melihat detail performa jaringan, mulai dari jumlah paket data yang diterima, dikirim, atau hilang, dengan cukup membuka Command Prompt (Windows) atau Terminal (Mac OS) lalu mengetikkan “ping localhost” atau “ping 127.0.0.1”.

  • Untuk Memblokir Akses ke Situs Tertentu

Setiap alamat website yang pernah dikunjungi akan tersimpan pada komputer kita di dalam file pengaturan bernama “hosts file”. Jika suatu website yang pernah kita akses merupakan situs yang berbahaya, maka kita bisa mengganti IP website tersebut dengan IP localhost. Sehingga saat kita membuka website tersebut maka akan diarahkan ke halaman localhost.

Aplikasi Penunjang Localhost

Server hosting website tidak akan bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya web server, seperti Nginx, Apache dan banyak lagi. Nah, di sini lah peran aplikasi tersebut dibutuhkan agar localhost bisa dijalankan. Berikut beberapa aplikasi yang digunakan untuk menunjang localhost:

  • XAMPP

XAMPP adalah salah satu aplikasi server lokal open-source yang dikembangkan oleh Apache and Friends. Di dalam XAMPP sudah dilengkapi dengan Apache HTTP Server sebagai web server, MariaDB sebagai database-nya, dan PHP serta Pearl sebagai bahasa pemrogramannya. XAMPP dapat dipasang di semua OS, yaitu Linux, Windows dan MacOS.

  • AMPPS

AMPPS adalah aplikasi server lokal open-source yang dikembangkan oleh Softaculous yang mana di dalamnya terdapat fitur seperti Apache, MySQL, MongoDB, PHP, Perl, Python, dan Softaculous Installer. AMPPS dapat diinstall pada perangkat dengan sistem operasi Windows, Linux, dan MacOS

  • WAMP

WAMP merupakan aplikasi server local open-source yang dikembangkan oleh Romain Bourdon, dan hanya bisa diinstall pada Sistem Operasi Windows. WAMP sudah dilengkapi dengan Apache, MySQL, dan PHP.

Selanjutnya, Apa Perbedaan Web Hosting dan Localhost?

Meskipun sama-sama berperan sebagai sebuah server, localhost dan web hosting memiliki cara kerja yang berbeda. Perbedaan keduanya dapat dilihat pada tabel berikut:

Bagaimana Sobat Cloudku, sudah memahami perbedaan localhost dengan web hosting bukan?
Yuk tunggu apalagi, segera aktifkan website kamu agar bisa diakses oleh banyak orang bersama Cloudku.

Saat ini Cloudku telah menyediakan Hosting dengan Versi Trial juga lho, gratis 100% lagi.

Yuk Cobain dan rasakan sendiri performa server kami. Silakan kunjungi website kami melalui link berikut:
Plesk Hosting
Cpanel Hosting

Sekian informasi dari Mimin, sampai jumpa pada putaran informasi selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

© 2022 Cloudku by PT Menara Sinar Semesta. All Rights Reserved.
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram