Achieve sustainable growth in today's digital landscape

Apa itu Cybercrime? Motif, Dampak Negatif dan Tindak Pencegahannya

  • Home
  • Website
  • Apa itu Cybercrime? Motif, Dampak Negatif dan Tindak Pencegahannya
DateFeb 22, 2023

Apa itu Cybercrime?

Cybercrime tengah ramai diperbincangkan sebab dapat merugikan individu, perusahaan, dan pemerintah, serta menimbulkan kerugian finansial, kerugian reputasi, atau bahkan membahayakan keamanan nasional. Oleh karena itu, pencegahan dan penanggulangan Cybercrime sangat penting dalam dunia digital yang semakin terhubung.

Namun tahukah Sobat, sebenarnya apa sih Cybercrime itu?

Pada artikel ini akan dibahas mengenai apa itu Cybercrime dan macam-macam Cybercrime. Tanpa berlama-lama lagi mari kita simak pembahasan berikut.

Apa itu Cybercrime?

Cybercrime adalah tindakan kriminal yang dilakukan oleh cybercriminals, hackers, atau cybercrooks melalui internet, dan menyasar komputer personal, jaringan, maupun perangkat dalam jaringan. Dengan kata lain, Cybercrime adalah kejahatan yang dilakukan melalui komputer atau jaringan komputer, dengan tujuan merusak, mencuri, atau mengganggu sistem informasi dan data yang disimpan dalam sistem tersebut. Kejahatan ini meliputi berbagai jenis serangan, termasuk hacking, phishing, malware, denial of service attacks, dan pencurian identitas online.

Aksi ilegal ini bisa dijalankan oleh individu maupun kelompok yang terorganisir. Beberapa cybercriminals bahkan merupakan kelompok yang sangat profesional, mempunyai technical skills yang mumpuni, dan mampu menggunakan pola serangan yang canggih.

Motif Cybercrime

Cybercrime tentu dilakukan dengan tujuan yang bermacam-macam. Berikut beberapa motif yang biasanya mendasari aksi cybercrime ini:

  • Memperoleh Sejumlah Uang
    Baik dengan memeras korban secara langsung maupun dengan menjual data yang berhasil mereka curi ke pihak tertentu.
  • Merusak atau Melumpuhkan Perangkat maupun Jaringan Korban
    Bisa jadi, pelaku ingin menyabotase kompetitornya agar bisa memenangkan persaingan bisnis;
  • Memanipulasi Suatu Kegiatan
    Tak jarang, hackers adalah bagian dari kelompok politik atau dikontrak oleh pihak peserta pemilihan umum untuk memanipulasi hasil pemungutan suara atau melakukan aksi lainnya demi mencapai tujuan politis.
  • Pembuktian Kemampuan
    Terkadang, cybercrooks menantang dirinya untuk bisa menembus keamanan digital perusahaan atau institusi tertentu. Atau, mereka ingin mendapatkan status atau pengakuan karena berhasil menembus sistem keamanan siber yang kuat;
  • Menyerang Negara Lain
    Tak bisa dipungkiri, cybercrime seringkali juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari cyberwar/cyberwarfare antara satu negara dengan negara lain.

Dampak Negatif Cybercrime

Cybercrime merupakan tindak kejahatan di dunia maya yang membawa banyak sekali kerugian. Cybercrime dapat menyebabkan pengaruh buruk kepada pihak yang menjadi korban. Beberapa diantaranya adalah:

1. Kerugian Finansial

McAfee, dalam laporannya bertajuk â€œThe Economic Impact of Cybercrime—No Slowing Down”, merilis bahwa cybercrime telah menyebabkan kerugian hingga $600 miliar (USD) di seluruh dunia. Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa cybercrime adalah ancaman terbesar ketiga bagi ekonomi dunia setelah korupsi dan narkotika.

2. Merusak Reputasi

Cybercrime dapat berakibat kepada hilangnya kepercayaan customers, investor, maupun perusahaan lain kepada suatu brand. Pada akhirnya, korban akan kesulitan mendapatkan pelanggan baru dan mengalami kerugian finansial yang tidak sedikit.

3. Hilangnya Data Penting

Tak diragukan, Cybercrime adalah ancaman besar bagi keamanan data perusahaan dan pelanggan. Kabar buruknya, customers dapat menuntut Anda atas hilangnya atau bocornya data tersebut. Tak hanya itu, Anda juga dapat dikenakan denda dan hukuman dari otoritas terkait.

Tipe dan Kategori Cybercrime

Merujuk kepada the U.S. Department of Justice (DOJ), Cybercrime dibagi ke dalam tiga kategori, yakni:

  • Pertama, komputer sebagai objek Cybercrime. Dalam kategori ini, cybercriminals akan menginfeksi perangkat target dengan malware untuk melumpuhkannya atau mencuri data.
  • Kedua, komputer sebagai subjek Cybercrime. Di sini, pelaku akan mengubah perangkat target (pengguna lain) menjadi subjek untuk melakukan cybercrime, misalnya untuk melancarkan DDoS attack.
  • Ketiga, komputer sebagai instrumen atau alat untuk melakukan kejahatan. Misalnya, hackers menggunakan komputer untuk menyimpan data hasil curian atau data ilegal lainnya.

Ada banyak sekali tipe Cybercrime yang pernah terjadi. Berikut beberapa tipe cybercrime yang kerap kali terjadi:

– Identity Theft

Identity theft adalah tindakan cybercriminal mengakses data sensitif Anda. Sebagai contoh, pelaku mencuri informasi kartu kredit Anda, lalu menggunakannya untuk melakukan transaksi tertentu. Dalam kasus lain, pelaku juga akan menjual data personal Anda melalui internet.

– Hacking

Hacking merujuk kepada aksi hackers mengakses perangkat Anda tanpa sepengetahuan atau izin dari Anda. Setelah berhasil masuk ke sistem atau jaringan Anda, pelaku lalu akan melakukan berbagai tindakan kriminal lain.

– PUPs (Potentially Unwanted Programs)

Suatu waktu, Anda menginstal suatu aplikasi/software yang diunduh dari internet. Namun ternyata, Anda menemukan kalau ada beberapa program yang tidak diinginkan juga ikut terinstal. Program-program tambahan itulah yang disebut dengan PUPs. Bahayanya, PUPs bisa saja berupa spyware atau adware yang sangat berbahaya.

– Illegal Content

Membagikan konten ilegal di internet juga termasuk ke dalam cybercrime. Beberapa contoh konten ilegal meliputi pornografi, terorisme, tindakan kekerasan atau kejahatan, pelecehan anak, hoax, serta jenis konten lainnya yang melanggar hukum, menyalahi norma, dan mengganggu ketertiban umum.

– Cyberstalking

Cyberstalking (atau online stalking) adalah tindakan cybercriminals melecehkan, mengintimidasi, maupun menakut-nakuti korbannya dengan cara memantau aktivitasnya di internet. Selain itu, cyberstalking juga mencakup aksi pelaku membuat tuduhan palsu, mengancam, menghina, atau mengganggu korban melalui sosial media, email, maupun forum tertentu.

Selain kelima hal tadi, beberapa jenis kejahatan lain seperti phishing, cyberextortion, cryptojacking, dan software piracy juga termasuk ke dalam tipe cybercrime.

Tindak Pencegahan Cybercrime

Setelah mempelajari apa itu Cybercrime serta dampak negatifnya, Anda sekarang tentu semakin memahami betapa pentingnya melindungi perangkat dan data Anda dari segala ancaman tersebut.

Meskipun upaya menghapuskan seluruh serangan Cybercrime cukup sulit dan bisa dikatakan tidak memungkinkan, Anda setidaknya bisa melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut:

  • Jangan pernah mengunduh file atau program apapun dari situs yang tidak terpercaya;
  • Hindari mengklik link atau mengunduh attachment yang diterima dari pengirim yang mencurigakan;
  • Gunakan kata sandi yang kuat. Anda bisa memanfaatkan password manager tool yang didukung dengan password generator—yaitu sebuah fitur yang bisa membantu Anda membuat kata sandi yang unik dan kuat untuk setiap akun;
  • Maksimalkan two-factor authentication (2FA) untuk membekali akun Anda dengan layer keamanan berlapis;
  • Bekali sistem dan jaringan Anda dengan security patches dan update software terbaru;
  • Backup data Anda secara reguler untuk mencegah hilang maupun rusaknya data Anda;
  • Selalu berhati-hati ketika menggunakan Wifi publik. Ada baiknya Anda menggunakan VPN untuk mengenkripsi data Anda;
  • Install anti-virus atau anti-malware software untuk memindai, mendeteksi, dan menghapus segala ancaman siber pada perangkat Anda;
  • Jangan memberikan data sensitif Anda, kecuali jika Anda telah meriset dan mengkonfirmasikan kebenaran identitas pihak yang meminta tersebut.

Kesimpulan

Cybercrime adalah kejahatan yang dilakukan melalui komputer atau jaringan komputer, dengan tujuan merusak, mencuri, atau mengganggu sistem informasi dan data yang disimpan dalam sistem tersebut. Kejahatan ini meliputi berbagai jenis serangan, termasuk hacking, phishing, malware, denial of service attacks, dan pencurian identitas online. Hal ini dapat menyebabkan kerugian finansial, merusak reputasi hingga hilangnya data penting.

Ada banyak cara untuk mencegah tindak Cybercrime, salah satunya adalah memasang software security seperti Cloudku Cyber Protection pada perangkat endpoint Anda. Cloudku Cyber Protection didukung dengan Acronis yang mengusung teknologi Artificial Intelligence dalam menemukan dan memblokir segala virus dengan kecepatan yang kilat. Hingga user pun tak sadar jika ada serangan.

Lindungi Diri Anda dari Ancaman Cybercrime!
Konsultasikan pada kami masalah Anda. Kami hadir untuk menjadi solusi.

Leave a Reply

Contact Us

Email

sales@cloudku.id

Location

Jl.Koala Regency D-20, Semolowaru Bahari,Jawa Timur 60119

Phone

(+62) 81-889-8008

Want to know more about Cloudku?

Don't hesitate to contact us and let's discuss further to create a solution that suits your needs

@ 2024 Cloudku subsidiary PT Menara Sinar Semesta. All rights reserved.