Mengenal Jenis Layanan Hosting & Perbedaanya

Mengenal Jenis Layanan Hosting & Perbedaanya

Mengenal Jenis Layanan Hosting & Perbedaanya

Halo para Cloudku kali ini kami akan membahas mengenai jenis layanan hosting dan perbedaannya. Jika Anda berencana membuat website saat ini, dua hal yang Anda butuhkan adalah hosting dan nama domain. Untuk nama domain Anda tinggal mengecek ketersediaan domain dan memilih ekstensinya saja.

Tetapi layanan hosting, Anda perlu memilih jenis layanan hosting yang sesuai dan jangan sampai salah. Karena ada banyak jenis layanan hosting dengan harga, spesifikasi dan kebutuhan yang berbeda. Tentunya untuk satu website dengan website lain kebutuhannya berbeda, Anda perlu menyesuaikannya agar website Anda bisa berjalan dengan normal.

Mengenal Hosting

hosting adalah layanan komputer server yang berguna untuk menyimpan semua data dari website.Jadi semua data Anda diletakan pada komputer server yang terkoneksi dengan jaringan internet.Saat dibutuhkan, data tersebut bisa dibuka secara langsung oleh pengguna.

Saat ini ada dua pilihan penyedia layanan hosting gratis dan juga berbayar untuk lebih jelasnya Anda dapat membaca pada apa itu hosting.

Jenis Layanan Hosting

Jenis layanan hosting berikut ini mungkin semuanya tidak akan Anda temui pada satu provider hosting. Ada beberapa provider yang menjual layanan hosting standar saja seperti shared, unlimited, WordPress hosting. Setiap penyedia layanan hosting pastinya memiliki kelengkapan layanan hosting yang berbeda-beda:

1. Shared Hosting

Shared hosting adalah layanan hosting murah dimana dalam satu server diisi dengan banyak website. Sehingga resource hosting seperti CPU, RAM, penyimpanan, database dll dibagi dengan pengguna lain. Inilah yang menjadi alasan kenapa shared hosting bisa paling murah dibandingkan dengan layanan hosting lainnya.

Layanan shared hosting ini biasanya dimiliki oleh mayoritas penyedia hosting. Pengelolaan shared hosting ini full manage dari provider hosting, jadi tidak perlu repot. Untuk kelebihannya harga bisa lebih murah, cocok untuk para pemula dan website skala kecil.

2. Cloud Hosting

Cloud hosting merupakan teknologi terbaru dalam penyimpanan hosting. Data dan files website disimpan pada server cloud yang berbeda, jadi jika salah satu server mengalami down maka masih ada backup dari server cloud lain. Jadi dengan cloud hosting ini website lebih aman dari downtime sehingga tidak merugikan dari sisi pengunjung dan pemilik website. Cloud hosting masuk dalam kategori full managed dari provider hosting. Kekurangannya untuk harga lebih mahal dibandingkan dengan shared hosting.

3. WordPress Hosting

Ketiga, jenis layanan hosting yang banyak dijumpai adalah WordPress hosting. Layanan hosting ini memang dikhususkan bagi para pengguna WordPress. Kita tahu sendiri bahwa WordPress merupakan CMS dengan pengguna terbesar di dunia. Tidak heran bila para provider hosting berlomba-lomba untuk membuat layanan WordPress hosting.

Tips untuk Anda yang dari awal sudah berencana untuk membuat website dengan CMS website, maka bisa memilih WordPress hosting. Kelebihannya hosting Anda sudah dioptimasi untuk pengguna WordPress, jadi urusan speed sudah pasti cepat dan aman. Kekurangan paling dari segi biaya lebih mahal dan juga hanya bisa digunakan untuk CMS WordPress saja.

4. Unlimited Hosting

Unlimited hosting merupakan layanan hosting yang mengakomodir bagi Anda yang membutuhkan hosting dengan kapasitas penyimpanan yang besar. Memang ada beberapa layanan hosting yang memberikan kapasitas terbatas untuk setiap paketnya. Tips bagi yang mencari unlimited hosting adalah melihat jumlah inodes yang diberikan. Inodes adalah jumlah file yang bisa Anda simpan dalam layanan hosting, jika sudah melewati batas maka tidak bisa upload file lagi. Jika sudah kejadian seperti itu mau tidak mau Anda harus upgrade layanan unlimited hosting paket diatasnya.

5. Manage Hosting

Manage hosting adalah layanan hosting dimana pengelolaannya dipegang oleh provider hosting. Anda tinggal bayar dan pakai saja tanpa perlu memikirkan hal teknis terhadap hosting yang Anda gunakan. Untuk harga biasanya lebih murah karena satu server utama dipakai banyak orang. Kekurangannya pada akses yang terbatas Anda tidak bisa melakukan setting yang lebih khusus atau install aplikasi pada server hosting.

6. Unmanaged Hosting

Unmanaged hosting merupakan layanan hosting dimana provider hanya menyediakan akun hosting/servernya saja. Layanan ini direkomendasikan untuk Anda yang menguasai hal teknis server. Untuk harga opsional, karena bisa jadi lebih mahal kalau Anda menggunakan panel hosting berbayar dengan addon aplikasi. Kelebihannya tidak ada aturan dalam manage server karena semua milik Anda, tetapi sebanding dengan resiko jika nanti terjadi error. Unmanage server biasa ditemui pada layanan mulai dari VPS, Dedicated Server dan sebagainya.

7. VPS

VPS merupakan layanan upgrade dari shared hosting. Perlu diketahui bahwa cloud hosting, unlimited hosting dan juga WordPress hosting semuanya masuk dalam kategori shared hosting. Jadi untuk Anda yang ingin upgrade naik kelas dari hosting shared, Anda bisa mencoba Virtual Private Server. VPS memungkinkan Anda mengelola sendiri server secara virtual pada komputer server. Dalam satu akun VPS tidak ada website lain selain milik Anda. Server pada VPS bentuknya virtual, jadi dalam satu dedicated server dipecah menjadi beberapa VPS.

8. Dedicated Server

Dedicated server atau bisa disebut juga dedicated hosting. Jika diibaratkan ini adalah gabungan dari beberapa VPS server menjadi satu. Dedicated server berarti Anda menggunakan satu server khusus untuk keperluan website Anda pribadi tanpa ada website pengguna lain. Dengan menggunakan server sendiri Anda bebas mengatur server tanpa takut akan resource habis. Dedicated server cocok untuk website yang memiliki data kapasitas besar dan trafik pengunjung yang tinggi. Untuk biaya yang pasti lebih mahal karena Anda menyewa satu server khusus. Tugas Anda harus bisa menguasai dalam hal teknis karena dedicated server biasanya masuk dalam unmanaged server hosting.

Apa itu Hosting?

Apa itu Hosting?

Apa itu Hosting

Halo Para Cloudku Kali ini kami akan membahas mengenai apa itu hosting dan tipe hosting. Tanpa berlama-lama lagi mari kita simak pembahasan berikut.

Apa Itu Hosting

Hosting adalah layanan untuk menyimpan file dan data website pada server khusus sehingga bisa diakses oleh pengguna melalui jaringan internet.

Jadi file dan data yang Anda miliki bisa diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dari mana saja.

Hal yang membedakan antara komputer yang digunakan untuk server web hosting dan komputer rumahan adalah dari segi spesifikasi dan juga koneksi.

Hosting memiliki spesifikasi hardware terbaik karena dituntut untuk bisa selalu online 24 jam setiap hari.

Jika server hosting ini mati, maka website Anda tidak bisa ditemukan lewat internet.

Untuk itu Anda perlu memilih layanan server hosting terbaik yang memiliki uptime server tinggi.

Kalau perlu Anda bisa mencari layanan hosting yang berani memberikan garansi saat terjadi down.

Agar website Anda bisa diakses dengan cepat, untuk itu Anda bisa memilih web hosting dengan spesifikasi yang tinggi.

Gambarannya hosting bisa dianalogikan sebagai rumah, semakin besar dan bagus rumahnya maka semakin mahal pula harganya.

Rumah-rumah tersebut memiliki beberapa kamar dan setiap kamar tersebut memiliki penghuni.

Untuk layanan hosting murah biasanya menempati kamar-kamar tersebut, untuk hosting mahal Anda bisa menyewa satu ‘rumah’ full untuk website Anda pribadi.

Perlu diingat pastikan spesifikasi hosting yang Anda pilih sesuai dengan kebutuhan website Anda.

Bagaimana Hosting Bekerja

Bagi Anda yang sudah memiliki hosting atau baru saja membeli hosting pasti bertanya-tanya sebenarnya bagaimana cara hosting bekerja?

  1. Data dan files pada website kita upload ke server hosting.
  2. Kemudian saat ada pengguna internet yang ingin membuka website Anda, mereka akan menuliskan nama domain pada browser.
  3. Kemudian request Anda akan dikirimkan ke server web hosting lewat browser, sever akan mencarikan data dan files yang Anda minta.
  4. Nah jika sudah dapat, server akan mengirimkan files dan data kepada pengunjung website lewat halaman browser. Agar aman pengiriman ini biasanya sudah terenkripsi untuk menghindari kejahatan cyber.
  5. Pengunjung dapat melihat data atau file yang mereka minta.

Banyak juga prosesnya ya? Tetapi tenang proses semua itu hanya hitungan detik saja Anda tidak akan terasa.

Apalagi untuk Anda yang menggunakan koneksi internet cepat.

Tipe Hosting

Dari banyaknya jenis layanan hosting mulai dari Shared Hosting, Unlimited Hosting, WordPress Hosting, VPS, Dedicated Server dll sebenarnya hanya ada dua tipe yaitu manage hosting dan unmanaged hosting.

Agar lebih jelasnya berikut pembahasan lengkapnya:

1. Manage Hosting

Manage hosting merupakan layanan hosting dimana server hosting dikelola oleh provider langsung.

Server yang Anda sewa selalu dalam pantauan oleh tim teknis yang selalu siap membantu kalau ada permasalahan tentang server.

Tanggung jawab layanan semua dipegang oleh provider hosting.

Contoh layanan manage hosting seperti Shared Hosting, Unlimited Hosting, Cloud Hosting, WordPress Hosting dsb.

Untuk layanan VPS dan Dedicated Server kadang ada yang menyediakan paket management server, tetapi biasanya ada biaya tambahan.

Kelebihannya Anda tidak terlalu banyak mengurusi hal teknis server sehingga lebih fokus pada website.

Untuk VPS dan Dedicated Server jika Anda bisa mengurus sendiri biayanya akan jatuh lebih murah, tetapi balik lagi Anda harus berurusan dengan teknis server.

2. Unmanaged Hosting

Tipe server yang kedua adalah unmanage hosting. Tipe kedua ini dari segi biaya bisa jadi lebih murah karena Anda tidak perlu membayar pekerja untuk manage server yang Anda sewa.
Tetapi Anda perlu menyiapkan budget tambahan untuk membeli lisensi panel hosting, aplikasi dan beberapa software pendukung lainnya. Semuanya Anda lakukan sendiri mulai dari setting server sampai instalasi website. Tetapi saat Anda permasalahan Anda harus bisa mengatasi sendiri. Pihak provider hanya membantu saat ada permasalahan terkait hardwarenya saja.

Apa itu Server?

Apa itu Server?

Apa itu Server?

Halo para Cloudku kali ini kami akan membahas mengenai apa itu server, kegunaannya, dan jenis-jenis server yang digunakan.

Kata server tentu sudah tak asing lagi di telinga Anda. Tapi apakah Anda sebenarnya tahu apa yang dimaksud dengan server?

Apa Itu Server?

Server adalah sebuah perangkat komputer yang dibekali dengan software atau hardware khusus, sehingga dapat mengelola komputer lain (clients) yang berada dalam satu jaringan (network).

Karena kemampuan inilah, sebuah server bisa mengontrol sumber daya (resources), menyediakan layanan (services), mengatur lalu lintas data, hingga mengaktifkan atau menonaktifkan suatu program di dalam jaringannya.

Lalu apa yang dimaksud dengan software dan hardware khusus? Nah karena perannya sebagai komputer induk dan harus selalu menyala setiap waktu, server membutuhkan spesifikasi perangkat yang tak sembarangan.

Dari sisi software, misalnya, server menggunakan sistem operasi khusus—seperti Windows Server, macOS Server, Ubuntu Server, dan Red Hat Enterprise Linux Server.

Kemudian dari segi hardware, server juga harus dibekali spesifikasi perangkat yang mumpuni.

Dalam memilih processor, contohnya, Anda diharuskan memilih seri-seri yang memiliki performa tinggi seperti Intel Xeon, Intel Core i9, AMD Opteron, dan AMD EPYC.

Begitu pula dengan RAM. Anda harus menyesuaikan besarnya berdasarkan jumlah komputer clients maupun ukuran database yang digunakan.

Manfaat Server

Meningkatkan Reliabilitas

Anda tak perlu mengkhawatirkan gangguan teknis yang dapat menghambat pekerjaan Anda. Dengan adanya server, data Anda akan terpusat di komputer yang memiliki komponen yang lebih handal dan memiliki reliabilitas yang tinggi.

Hal ini akan berbeda jika Anda hanya mengandalkan perangkat komputer yang tidak terkoneksi dalam jaringan.

Kalau ada komponen komputer yang mengalami gangguan, Anda tentu tak akan bisa mengakses data dan melanjutkan pekerjaan Anda hingga perangkat tersebut dapat diperbaiki, bukan? Bahkan, ada kemungkinan juga jika data Anda akan hilang.

Menjamin Keamanan Data

Dengan data yang terpusat, Anda dapat melakukan pencadangan dan pemulihan data dengan lebih mudah. Selain itu, layanan server juga menawarkan keamanan fisik maupun digital yang dapat diandalkan, sehingga dapat terhindar dari serangan virus dan pencurian data.

Memudahkan Kolaborasi

Tak lupa, Anda dan tim Anda juga akan memperoleh kemudahan mengakses data dari perangkat apapun dan lokasi manapun. Dengan kata lain, server akan sangat membantu dan meningkatkan produktivitas Anda. Namun, apakah praktik ini aman? Tentu. Data Anda terenkripsi dengan baik, sehingga hanya dapat diakses oleh pengguna tertentu.

Menghemat Biaya

Tak diragukan lagi, server juga dapat membantu Anda menekan biaya pengeluaran. Sebagai contoh, server memungkinkan Anda berbagi sumber daya, sehingga dapat menghemat budget pembelian beberapa peralatan atau kebutuhan—seperti printer, mesin fax, dan internet.

Jenis-Jenis Server dan Fungsinya

1. File Servers

File servers bertindak sebagai pusat penyimpanan files meliputi dokumen, foto/gambar, hingga video. Seluruh data tersebut dapat diakses oleh perangkat yang terhubung dalam jaringan. Jenis server ini biasanya banyak digunakan di sekolah-sekolah, perkantoran, maupun rumah.

2. Application Servers

Sebagaimana namanya, application servers didesain khusus untuk memasang, menjalankan, hingga menyimpan aplikasi. Dengan jenis server ini, Anda tak perlu mengaktifkan aplikasi di seluruh perangkat komputer dan menghemat penggunaan sumber daya. Beberapa contohnya adalah WebSphere, WebLogic, WildFly, dan GlassFish.

3. Proxy Servers

Proxy servers dapat dikatakan bertindak sebagai gerbang yang menghubungkan Anda dengan web server. Jadi setiap kali Anda membuka website, request Anda tidak akan terhubung langsung ke web server, namun terlebih dahulu difilter oleh proxy server. Nah, jenis server ini bisa membantu Anda menelusuri internet menggunakan alamat IP yang berbeda serta meningkatkan kecepatan waktu loading.

4. Virtual Servers

Virtual servers erat kaitannya dengan virtualization technology—yang mana suatu server fisik diubah menjadi beberapa mesin virtual yang dapat menjalankan sistem operasi yang berbeda. Dengan menggunakan jenis server ini, Anda tak perlu khawatir terkait biaya dan pembagian sumber daya server Anda.

5. Mail Servers

Mail servers adalah perangkat komputer yang dibekali dengan software khusus, sehingga dapat mengirim, menerima, hingga membuat dan mengatur akun email menggunakan ekstensi domain. Beberapa contohnya adalah Microsoft Exchange Server, Zimbra, MDaemon, dan MailEnable.

6. Print Servers

Dari namanya saja, kita sudah bisa mengetahui bahwa jenis server ini menghubungkan printer dengan seluruh perangkat komputer dalam satu jaringan. Nah keuntungannya, Anda tak perlu lagi memindahkan data dari satu device ke device yang lain untuk mencetak suatu dokumen. Dan tentunya, menggunakan printer bersama dapat menghemat pengeluaran Anda bukan?

7. FTP Servers

FTP servers adalah aplikasi yang memungkinkan Anda untuk mentransfer data dari satu komputer ke komputer yang lain dengan lebih aman. Cara kerjanya adalah, Anda akan mengunggah files ke FTP servers, dan penerima hanya perlu mengakses server tersebut dan mengunduhnya.

8. Web Servers

Web servers adalah perangkat komputer yang menyimpan data website meliputi dokumen HTML, JavaScript files, gambar, video, hingga CSS stylesheets. Kemudian, server ini akan memproses dan mengirimkan seluruh konten tersebut kepada pengguna yang mengakses website melalui browser. Contoh web servers yaitu Apache, Nginx, GWS, IIS, dan LiteSpeed Web Server.

Jenis dan Metode Ancaman Cyber Security

Jenis dan Metode Ancaman Cyber Security

Jenis dan Metode Ancaman Cyber Security

Halo para Cloudku kali ini kami akan membahas apa jenis dan metode ancaman Cyber Security, setelah sebelumnya kita telah mempelajari apa itu Cyber Security.

3 Jenis Ancaman Cyber Security

Bersamaan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, jenis dan metode ancaman cyber security pun semakin bertambah setiap harinya.

Berikut ini adalah 3 jenis ancaman cyber security populer yang mungkin Anda temui pada sistem, jaringan, atau aplikasi Anda.

1. Cyber Crime

Singkatnya, cybercrime adalah kejahatan siber yang menargetkan sebuah sistem dan jaringan komputer. Disini komputer digunakan sebagai alat dan juga target dari kejahatan tersebut.

Cyber crime terjadi saat hacker menggunakan sebuah perangkat untuk mengakses dan mencuri informasi pribadi, bisnis, maupun pemerintah untuk keperluan pribadi.

Umumnya, informasi dan data yang didapatkan melalui kejahatan cyber crime ini akan dijual secara online atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

2. Cyber Attack

Pada dasarnya, cyber attack adalah bagian dari cyber crime atau kejahatan siber. Bedanya, cyber attack umumnya melibatkan kepentingan politik dan organisasi.

Kejahatan cyber attack dilakukan untuk mengumpulkan informasi rahasia sebuah organisasi, mendapatkan dan mencuri data sensitif, hingga mengambil alih sistem.

3. Cyber Terrorism

Sama seperti cyber attack, kejahatan cyber terrorism menargetkan organisasi politik melalui terror seperti ancaman, provokasi, dan intimidasi online.

Cyber terrorism umumnya dilakukan untuk menimbulkan kepanikan dan ketakutan skala besar agar hacker bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Bentuk kejahatan cyber terrorism pun beragam. Mulai dari pencurian data, pengambilan alih sistem, serangan malware, penghapusan data, dan lain sebagainya.

5 Metode Ancaman Cyber Security

Berikut ini adalah 5 metode ancaman cyber security yang mungkin Anda temui sehari-hari!

1. Malware

Salah satu metode ancaman cyber security paling umum saat ini adalah serangan malware (malicious software) atau perangkat lunak berbahaya.

Singkatnya, malware adalah sebuah program yang didesain secara khusus oleh para hackers untuk mengeksploitasi dan merusak perangkat, server, maupun jaringan Anda.

2. Ransomware

Pada dasarnya, ransomware adalah salah satu tipe serangan malware yang paling berbahaya. Perangkat lunak yang satu ini mempunyai kemampuan merusak dan mengunci data.

Tidak hanya itu, Ransomware ini juga bisa melumpuhkan perangkat Anda secara keseluruhan, sehingga Anda sama sekali tidak bisa mengakses dan menggunakan device tersebut.

3. Phishing

Phishing adalah jenis cybercrime yang memanfaatkan email, telepon, maupun pesan teks untuk mengelabui korban agar memberikan data sensitif seperti detail kartu kredit dan lainnya.

Dalam serangan ini, pelaku akan menyamar sebagai institusi legal, dan mengirimkan pesan berisi URL/website yang didesain sedemikian rupa sehingga terlihat resmi dan profesional.

4. Brute force attack

Secara sederhana, brute force attack adalah upaya hacker untuk mengakses sebuah sistem dan jaringan secara paksa melalui tebakan username dan password.

Dalam melancarkan serangannya, pelaku menggunakan metode trial-and-error dengan mencoba ribuan kombinasi kata sandi agar bisa melewati proses autentikasi sistem.

Sebenarnya, brute force adalah metode ancaman cyber security yang cukup outdated. Namun, jenis cybercrime ini mempunyai success rate yang cukup tinggi dan dinilai sangat efektif.

5. Spoofing

Jika Anda pernah mendapatkan telepon dan pesan mengaku sebagai teman atau kerabat yang meminta bantuan finansial? Nah, inilah yang dinamakan spoofing

Singkatnya, spoofing adalah tindakan hackers yang berpura-pura menjadi orang yang Anda kenal untuk melakukan berbagai tindakan kriminal.

Metode ancaman cyber security yang satu ini memang tidak sama dengan ancaman siber yang lainnya. Namun, ancaman yang dibawa pun tetap berbahaya.

Spoofing juga bisa menyasar jaringan maupun server. Attacker nantinya akan mengelabui jaringan/server Anda dengan menggunakan identitas palsu.

Menggunakan alamat IP address palsu hingga dianggap sebagai sumber yang terpercaya dan mendapatkan akses ke dalam jaringan/server, contohnya.

Penutup

Mengetahui jenis-jenis dan juga metode ancaman cyber security adalah salah satu skill yang wajib dikuasai para pengguna aktif internet.

Terlebih lagi untuk penyedia layanan internet seperti aplikasi dan website. Tentunya Anda ingin selalu siap menghadapi segala jenis ancaman siber yang ada bukan?

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Anda untuk lebih siap dalam menghadapi ancaman-ancaman cyber threats di masa yang akan datang.

Ddos Attack

Ddos Attack

Ddos Attack

Halo Para Cloudku kali ini kami akan membahas mengenai apa itu DDoS Attack, tanpa berlama-lama lagi mari kita simak penjelasan berikut.

Apa Itu DDoS Attack?

Distributed Denial of Service atau yang disingkat dengan DDoS adalah salah satu jenis cyber-attacks yang menyasar website, layanan online, maupun jaringan dengan cara membanjirinya dengan fake traffic yang sangat banyak. Motif utamanya adalah agar server atau jaringan Anda tidak mampu mengakomodasi lalu lintas lintas tersebut, sehingga menyebabkan website/layanan Anda down dan tidak bisa beroperasi.

Ada beberapa gejala yang umumnya terjadi ketika Anda terkena DDoS attack, diantaranya yaitu:

Tapi ingat, ada kalanya gejala-gejala di atas juga bisa terjadi karena faktor-faktor lain; misalnya karena sedang dilakukannya proses maintenance oleh system administrator, adanya masalah teknis dengan koneksi Anda, perangkat Anda terkena virus, atau website Anda memang benar-benar sedang mengalami lonjakan pengunjung.

Oleh karena itu, untuk semakin meyakinkan apakah Anda memang terkena DDoS attack atau tidak, ada baiknya untuk meminta tim teknis profesional perusahaan Anda untuk melakukan analisis lebih lanjut. Jika Anda adalah pengguna sistem operasi Linux, Anda juga bisa melakukan proses pengecekan melalui Command Line Interface (CLI) dengan bantuan beberapa perintah Linux.

Beberapa Kategori DDoS Attack

Volumetric Attacks

Volumetric attacks merupakan bentuk serangan DDoS paling umum yang tercatat mencapai angka 65%. Dalam kategori ini, Attacker menggunakan botnet untuk membanjiri bandwidth website maupun server Anda dengan traffic dalam jumlah yang sangat besar. Beberapa tipe serangan yang masuk dalam kategori ini meliputi DNS amplification, UDP flood, TCP flood, dan NTP amplification.

Application Attacks

Application attacks mengeksploitasi layer 7—yaitu layer di mana server akan menerima dan merespon http requests serta memuat halaman website. Itulah mengapa application attacks juga sering dikenal dengan Layer 7 attacks. Kategori serangan ini cenderung sulit diidentifikasi dan diatasi karena menyerupai lalu lintas web yang natural/organik. Salah satu tipe serangan yang termasuk dalam kategori adalah HTTP flood.

Protocol Attacks

Protocol attacks (atau state-exhaustion attacks) menyasar kelemahan layer 3 dan layer 4. Caranya yakni dengan membuat penggunaan sumber daya server maupun perangkat jaringan seperti firewalls dan load balancers menjadi berlebihan dan melebihi kapasitasnya. Contoh tipe serangan yang masuk dalam kategori ini adalah Syn flood, Smurf DDoS, dan ping of death.

Tips Mencegah DDoS Attack

Monitoring Traffic Secara Reguler Adalah Sebuah Keharusan

Pertama, lakukan pengecekan aktivitas traffic Anda secara berkala. Harapannya, Anda akan mendapatkan gambaran mendalam mengenai traffic trends website, serta bisa membedakan mana yang termasuk ke dalam normal maupun high traffic. Dari hasil monitoring tersebut pula, Anda akan bisa mengidentifikasi gejala DDoS attack lebih awal, terutama jika ada lalu lintas pengunjung yang mencurigakan.

Tingkatkan Kapasitas Sumber Daya Server Anda

Selanjutnya, pastikan bahwa website maupun layanan online Anda didukung dengan kapasitas bandwidth yang mampu mengatasi lonjakan traffic. Untuk itu, ketahui terlebih dahulu level traffic web Anda, kemudian siapkan bandwidth ekstra di atas kebutuhan tersebut sebagai langkah antisipasi.

Tapi perlu diingat, langkah ini hanyalah dimaksudkan agar Anda bisa mendapatkan waktu tambahan untuk mengatasi serangan. Pasalnya, cara ini tidak lagi menjadi solusi efektif untuk mengatasi DDoS attack; mengingat kualitas dan kuantitas serangan pun juga semakin meningkat dari hari ke hari.

Terapkan Strategi Proteksi Berlapis

Jangan lupa bekali server, jaringan, maupun aplikasi Anda dengan sistem proteksi yang berlipat ganda. Sebagai contoh, Anda dapat memperkuat layer keamanan Anda dengan mengkombinasikan penggunaan firewalls, anti-spam, content filtering, Virtual Private Network (VPN), serta sistem keamanan lainnya.

Apa itu Cybercrime?

Apa itu Cybercrime?

Apa itu Cybercrime?

Halo Para Cloudku kali ini kami akan membahas mengenai apa itu Cybercrime dan macam-macam Cybercrime. Tanpa berlama-lama lagi mari kita simak pembahasan berikut.

Apa Itu Cybercrime?

Cybercrime adalah tindakan kriminal yang dilakukan oleh cybercriminals, hackers, atau cybercrooks melalui internet, dan menyasar komputer personal, jaringan, maupun perangkat dalam jaringan.

Aksi ilegal ini bisa dijalankan oleh individu maupun kelompok yang terorganisir. Beberapa cybercriminals bahkan merupakan kelompok yang sangat profesional, mempunyai technical skills yang mumpuni, dan mampu menggunakan pola serangan yang canggih.

Ada beberapa motif yang biasanya mendasari aksi cybercrime ini, diantaranya meliputi:

Dampak Negatif Cybercrime

Cybercrime dapat menyebabkan pengaruh buruk kepada pihak yang menjadi korban. Beberapa diantaranya adalah:

1. Kerugian Finansial

McAfee, dalam laporannya bertajuk “The Economic Impact of Cybercrime—No Slowing Down”, merilis bahwa cybercrime telah menyebabkan kerugian hingga $600 miliar (USD) di seluruh dunia. Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa cybercrime adalah ancaman terbesar ketiga bagi ekonomi dunia setelah korupsi dan narkotika.

2. Merusak Reputasi

Cybercrime dapat berakibat kepada hilangnya kepercayaan customers, investor, maupun perusahaan lain kepada suatu brand. Pada akhirnya, korban akan kesulitan mendapatkan pelanggan baru dan mengalami kerugian finansial yang tidak sedikit.

3. Hilangnya Data Penting

Tak diragukan, cybercrime adalah ancaman besar bagi keamanan data perusahaan dan pelanggan. Kabar buruknya, customers dapat menuntut Anda atas hilangnya atau bocornya data tersebut. Tak hanya itu, Anda juga dapat dikenakan denda dan hukuman dari otoritas terkait.

Tipe dan Kategori Cybercrime

Merujuk kepada the U.S. Department of Justice (DOJ), cybercrime dibagi ke dalam tiga kategori, yakni:

Adapun beberapa tipe cybercrime adalah sebagai berikut:

1. Identity Theft

Identity theft adalah tindakan cybercriminal mengakses data sensitif Anda. Sebagai contoh, pelaku mencuri informasi kartu kredit Anda, lalu menggunakannya untuk melakukan transaksi tertentu. Dalam kasus lain, pelaku juga akan menjual data personal Anda melalui internet.

2. Hacking

Hacking merujuk kepada aksi hackers mengakses perangkat Anda tanpa sepengetahuan atau izin dari Anda. Setelah berhasil masuk ke sistem atau jaringan Anda, pelaku lalu akan melakukan berbagai tindakan kriminal lain.

3. PUPs (Potentially Unwanted Programs)

Suatu waktu, Anda menginstal suatu aplikasi/software yang diunduh dari internet. Namun ternyata, Anda menemukan kalau ada beberapa program yang tidak diinginkan juga ikut terinstal. Program-program tambahan itulah yang disebut dengan PUPs. Bahayanya, PUPs bisa saja berupa spyware atau adware yang sangat berbahaya.

4. Illegal Content

Membagikan konten ilegal di internet juga termasuk ke dalam cybercrime. Beberapa contoh konten ilegal meliputi pornografi, terorisme, tindakan kekerasan atau kejahatan, pelecehan anak, hoax, serta jenis konten lainnya yang melanggar hukum, menyalahi norma, dan mengganggu ketertiban umum.

5. Cyberstalking

Cyberstalking (atau online stalking) adalah tindakan cybercriminals melecehkan, mengintimidasi, maupun menakut-nakuti korbannya dengan cara memantau aktivitasnya di internet. Selain itu, cyberstalking juga mencakup aksi pelaku membuat tuduhan palsu, mengancam, menghina, atau mengganggu korban melalui sosial media, email, maupun forum tertentu.

Selain kelima hal tadi, beberapa jenis kejahatan lain seperti phishing, cyberextortion, cryptojacking, dan software piracy juga termasuk ke dalam tipe cybercrime.

Lindungi Diri Anda dari Ancaman Cybercrime!

Setelah mempelajari apa itu cybercrime serta dampak negatifnya, Anda sekarang tentu semakin memahami betapa pentingnya melindungi perangkat dan data Anda dari segala ancaman tersebut.

Meskipun upaya menghapuskan seluruh serangan cybercrime cukup sulit dan bisa dikatakan tidak memungkinkan, Anda setidaknya bisa melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut:

Apa itu Malware?

Apa itu Malware?

Apa itu Malware?

Halo para Cloudku kali ini kami akan membahas mengenai apa itu malware, gejala-gejala malware dan bagaimana cara mendeteksinya. Tanpa berlama-lama lagi mari kita simak penjelasan berikut.

Malware adalah singkatan dari malicious software. Jika Anda paham tentang cyber threats, pasti Anda akan setuju akan bahaya malware bagi sebuah jaringan, server, dan juga perangkat.

Masalahnya, malware bukanlah ancaman yang bisa dengan mudah diprediksi sebelumnya. Anda tidak bisa mengetahui apakah dan kapan jaringan Anda menjadi target serangan malware.

Apa Itu Malware?

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, malware adalah singkatan dari malicious software dalam kata bahasa inggris yang berarti program berbahaya.

Intinya, malware adalah sebuah program yang didesain oleh hackers untuk mengeksploitasi dan merusak perangkat, server, maupun jaringan Anda.

Secara umum, ada beberapa motif mengapa attackers dan hackers menciptakan dan menyebarkan malware:

Gejala Malware dan Cara Mendeteksinya

Beberapa tanda atau gejalanya adalah sebagai berikut:

Tapi perlu diingat, beberapa poin di atas hanyalah sebagian kecil dari banyaknya gejala yang mungkin terjadi kepada perangkat Anda.

Oleh karena itu, untuk mengetahui secara pasti apakah perangkat Anda memang terkena malware atau tidak, Anda bisa memanfaatkan bantuan fitur atau tools berikut:

Untuk pengguna Windows, Anda bisa menggunakan Windows Task Manager untuk mencari tahu jika ada program berbahaya yang berjalan di perangkat Anda.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan fitur Virus & threat protection yang terdapat di program Windows Defender untuk memindai malware.

Bagi pengguna Macbook, Anda bisa mulai dengan mengecek apakah ada aplikasi berbahaya yang terpasang di perangkat Anda melalui folder Applications (tekan Go > Applications atau Shift + Command + A).

Di samping itu, Anda juga bisa menggunakan XProtect (program anti-malware bawaan Mac) atau dengan memanfaatkan virus scanner seperti CleanMyMac X dan Malwarebytes for Mac.

Sedangkan untuk pengguna Android, Anda dapat mendeteksi malware melalui fitur Google Play Protect.

Caranya, buka aplikasi Google Play Store dan klik menu hamburger (tombol garis tiga) yang ada di pojok kiri atas. Kemudian, pilih Google Play Protect dan tekan tombol Scan.

Dan bagi pengguna iPhone, salah satu langkahnya adalah dengan menganalisis apakah ada aplikasi mencurigakan yang terpasang di ponsel Anda.

Langkah-langkahnya yaitu: akses App Store > tekan tombol ikon yang terletak di pojok kanan atas > klik Purchased.

Beberapa Jenis Malware

Virus

Virus merupakan tipe malware yang mempunyai kemampuan untuk menggandakan diri dan menyebar ke banyak perangkat.

Tujuan penyebarannya pun beragam—mulai dari merusak data, melumpuhkan perangkat dan jaringan, mencuri informasi, hingga membuat botnet.

Biasanya, virus tersebar melalui website, program, file, maupun email. Tipe malware ini tidak akan menginfeksi perangkat Anda sampai Anda mengeksekusi file/program tersebut.

Misalnya Anda mengunduh sebuah dokumen dari internet yang ternyata telah terinfeksi virus. Nah, virus akan mulai mereplikasi dan menyebar ke perangkat Anda setelah Anda menjalankan atau membuka file tersebut.

Worms

Sebagaimana virus, worms juga memiliki kemampuan untuk mereplikasi diri. Bedanya, tipe ini bisa menyebar dengan sendirinya tanpa tindakan apapun dari pengguna perangkat.

Itulah mengapa worms sangat cepat menyebar dari satu jaringan ke jaringan lain, yaitu dengan cara mengeksploitasi kelemahan keamanan sistem operasi maupun software dari perangkat tersebut.

Worms juga mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi bandwidth dan kemudian membebani server Anda. Selain itu, tipe malware ini juga bisa menghapus dan mencuri data, serta menciptakan botnet.

Trojans

Trojans, atau juga dikenal dengan trojan horses, mempunyai kemampuan untuk menyerupai file atau program yang tidak berbahaya. Sehingga, banyak orang yang terkelabui, kemudian mengunduh dan menggunakan program tersebut.

Bisa dikatakan, trojan bertindak sebagai pintu masuk bagi para hackers untuk mengakses dan mengambil alih perangkat/sistem Anda.

Itulah mengapa setelah trojan terpasang, attackers kemudian akan mulai memata-matai aktivitas Anda, memodifikasi data, dan bahkan menginfeksi perangkat Anda dengan jenis malware lain.

Spyware

Sebagaimana namanya, spyware diciptakan untuk memata-matai dan memonitor aktivitas Anda di internet. Spyware biasanya disebarkan melalui freeware maupun shareware.

Selain itu, tipe ini juga mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi sensitif dari perangkat Anda—mulai dari data personal, informasi akun, hingga data finansial.

Adware

Adware atau advertising-supported software didesain untuk mengumpulkan informasi personal dan aktivitas Anda di internet untuk kebutuhan marketing.

Tipe malware ini kemudian menampilkan custom advertisements sesuai dengan data yang diperoleh.

Namun dalam kasus lain, adware juga tidak jarang memunculkan pop-up windows atau iklan yang tidak relevan dengan Anda.

Tak hanya itu, Adware juga bisa mengubah pengaturan browser, mengganti default browser yang digunakan, serta mengarahkan Anda ke website tertentu.

Tipe malware ini kebanyakan disisipkan ke dalam software gratis, dan terkadang juga disebarkan bersamaan dengan spyware.

Ransomware

Ransomware dibekali dengan kemampuan untuk mengenkripsi data, hard drive, hingga mengunci sistem perangkat Anda.

Kabar buruknya, Anda tidak akan bisa membuka file tersebut sampai Anda memberikan tebusan kepada pembuat malware ini.

Nantinya, attackers akan menampilkan sejumlah syarat serta instruksi berisi langkah-langkah yang harus Anda lakukan agar data Anda bisa dikembalikan seperti semula.

Jadi, Apa Itu Malware?

Malware adalah salah satu ancaman terbesar yang ada di internet yang bisa menyerang siapapun, termasuk Anda.

kabar buruknya, malware terus berkembang secara kualitas dan metode penyebarannya, sehingga kadang sulit dideteksi dan dikenali.

The AV-TEST Institute bahkan merilis kalau setiap harinya ada lebih dari 350,000 malware baru yang terdaftar.

Itulah mengapa strategi keamanan dan proteksi berlapis atau layer approach sangat penting bagi Anda.

Caranya adalah dengan membekali perangkat atau jaringan Anda dengan berbagai layer keamanan—seperti Firewall, anti-malware/anti-virus software, anti-spam, email and web filtering, serta sistem keamanan lainnya.

Tak hanya itu, pastikan juga jika server atau jaringan Anda didukung dengan monitoring dan patch/update management yang mumpuni.

Network Security

Network Security

Network Security

Halo para Cloudku kali ini kami akan membahas mengenai apa itu network security dan manfaatnya. Tanpa berlama-lama lagi mari kita simak pembahasan berikut.

Network security atau keamanan jaringan adalah metode yang dilakukan untuk mencegah dan memantau akses yang tidak sah pada suatu jaringan atau sistem

Pengertian Network Security

Keamanan jaringan juga bisa disebut sebagai sebuah aturan dan konfigurasi yang berfungsi untuk melindungi integritas, kerahasiaan, serta ketersediaan aksesibilitas jaringan komputer dan data.

Jika Anda adalah seorang pengguna aktif internet, network security adalah salah satu hal yang wajib untuk diketahui terlepas dari seberapa besar dan jenis jaringan yang Anda gunakan.

Network security akan mengurangi resiko dan ancaman-ancaman yang mungkin Anda dapatkan dari dunia maya sekarang ini.

Manfaat Keamanan Jaringan

Banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari network security, beberapa di antaranya adalah:

Konsep Network Security

Menurut konsep ini, data yang ada di sebuah jaringan tidak bisa diubah oleh pihak manapun. Biasanya ini dilakukan melalui enkripsi data sebuah jaringan.

Konsep ini termasuk pemeliharaan dan perbaikan perangkat keras (hardware), sistem software, dan juga lingkungan sistem operasi yang digunakan.

Jenis-Jenis Network Security

Firewall

Salah satu contoh network security yang paling sering ditemui adalah firewall. Firewall merupakan sebuah alat yang menjadi penghalang antar jaringan internal dan eksternal.

Firewall memastikan bahwa koneksi yang dilakukan tetap aman dengan memastikan keamanan dari jaringan eksternal yang dituju.

Pendek kata, firewall beroperasi sebagai pengaman perangkat Anda dari ancaman-ancaman yang ada di jaringan asing internet.

Meskipun firewall bisa berupa hardware dan software, sebagian besar Firewall yang digunakan sekarang adalah software yang dipasang pada komputer, web server, maupun perangkat lainnya.

Anti-Virus & Anti-Malware

Saat sebuah malware menginfeksi sistem jaringan, waktu yang digunakan untuk mengembalikan jaringan tersebut bisa berjam-jam sampai berminggu-minggu.

Aplikasi anti-malware yang baik biasanya tidak hanya digunakan untuk mencegah masuknya malware tapi juga menelusuri file yang sudah ada untuk memastikan bahwa semua file aman.

Email Security

Email juga merupakan salah satu sistem jaringan yang sering menjadi sasaran cyber crime. Hacker bisa menggunakan email untuk mencuri informasi dan data-data pribadi pengguna.

Informasi pribadi ini bisa digunakan untuk menipu melalui teknik social engineering maupun phising yang berisi dengan email berbahaya.

Maka dari itu, jaringan email juga harus mempunyai network security yang kuat dan bagus. Biasanya, email mempunyai software anti-spam untuk melindungi penggunanya.

Kesimpulan

Pada artikel kali ini kami telah membahas semua yang perlu Anda ketahui dari network security. Mulai dari pengertian, konsep, sampai jenis dan contoh-contohnya.

Secara singkat, network security adalah sesuatu yang digunakan untuk menjaga keamanan dari sebuah sistem jaringan baik itu pada perangkat keras maupun perangkat lunak.

Tentunya setelah mempelajari lebih lanjut, Anda sudah tahu kan bahwa keamanan jaringan adalah bagian penting dari sistem keamanan Anda.

Jika Anda memiliki dan mengelola sebuah server, jenis network security yang Anda gunakan untuk mengamankan jaringan server pastinya juga sangat beragam.